Syair dan Puisi Cinta 1695 mdpl #1

Semua tulisan ini adalah sebuah kata-kata tak punya makna tentang keluh kesah seorang pemuda yang sedang jatuh cinta, maka senjata ampuhnya adalah puisi dan sajak tentang cinta

Puisi untuk Cinta
Aku takkan pernah mampu untuk berjanji
Menemani harimu hingga esok hari
Tapi jika kau terima, biarkan aku mencintaimu
Hari ini saja… dengan semua cinta yang kupunya

Aku bukanlah pengabulan dari doamu
di malam saat bintang jatuh
Tapi jika kau mau, aku dapat menjadi bintang
yang menerangi keindahanmu setiap malam

Aku takkan s’lalu bisa membahagiakan hati
Tak luput salah, mungkin ku juga menyakiti
Tapi jika kau ikhlas, cintaku takkan berbatas
Meski terkadang sakitimu, itu aku khilaf

Cinta
Cinta…
Datang dan pergi seperti angin.
Kadang berhembus kencang,
terkadang sangat lamban.
Ia tak dapat dikendalikan,
namun kehadirannya selalu dirasakan.

Cinta…
Tumbuh dan bersemi tanpa terduga.
Seperti kuncup bunga,
mekar bersama keindahan,
namun gugur seiring sang waktu.
Cinta hanyalah cinta


Arti Kehidupan
Adakah seorang insan yang mengerti
Apakah arti kehidupan ini
Pernah kucari arti cinta sejati
Namun yang aku temui hanyalah mimpi
Suatu mimpi yang tiada bertepi

Apakah salah hati ini memilki cinta sejati
Apakah arti persahabatan sejati
Apakah itu juga sebuah mimpi
Jika benar, apalah arti semua ini

Sudah banyak hari kujalani
Tanpa suatu tujuan yang pasti
Semua seakan hanyalah ilusi
Ilusi yang tiada memiliki arti

Namun akhirnya kusadari
Hanya tuhan yang sungguh mengerti
Tentang semua arti kehidupan ini

Kekosongan hati ini
Tidak lagi diisi dengan benci
Tak ada lagi yang lebih murni
Dari kesucian cinta illahi

Syair Cinta
Semoga sayap patahku
Cukup untuk menghangatkan pujaan hati
Yang melambungkan bahagia ku
Meneduhkan diri saat diri t’lah merapuh

Kini kumengerti arti penantian
Memahami makna gelombang sebelum daratan
Saat ksatria kejora memanah mendung di angkasa
Derai tawaku menjadi bintang di langit terang
Binar mataku cahaya di jiwanya
Dia labuhan hatiku

Malaikatku
Malam ini kau hadir lagi bersama keangkuhan diriku
Hanya senyum tanpa interupsi
Namun demi cinta !!
Kudengar kicau riuh burung pipit surga dalam lemah suaramu
Kulihat jejak-jejak langkah kecil tertatih dalam letih matamu
Kurasakan gelora semesta dalam hangat senyummu
Kaulah malaikatku

Bidadari
Bidadari masuklah kekalbu
Temani sukma yang hampa
Percikan rona bahagia
Agar jiwa tak lagi gundah gulana

Senyummu sang kehidupan
Pelepas jiwa yang terkekang
Tawarkan sukma yang terkontaminasi
Menyembuhkan luka yang terobati

Bidadariku kau sangat berarti
Kau adalah kesempurnaan hati
Tetaplah kau disini menemaniku
Selamanya hingga ajalku menjemput

Kekasih
Kekasih...
Laksana cermin dalam resonasi jiwa
Yang menggetarkan palung hati hingga keraga
Dan menghantarkan kehangatan bara dari bekunya hati sang kelana

Kekasih...
Seperti bunga yang menjaga tingginya kuncup
Pucuk-pucuknya kasihmu tak juga meredup
Mencumbui lautan sukma yang kuyup
Dalam serenade desiran angin yang sayup

Kekasih...
Karang-karang kesabaran yang tumbuh di lubuk kalbu
Meleburkan kebimbangan sang peragu
Saat luka kuburkan semburat hasrat perindu
Dar kelam kelabu cerita lalu

Kekasih ...
Butiran hujan yang jatuh selayak mutiara
Terbungkus rapi dalam kado asa
Untuk kau buka hingga saatnya tiba
Andai mampu kusibak jendela masa

Kekasih...
Sanjung puji dalam serambi janji
Terucap lugas pada paras sejati
Demi ikrar atas cinta suci
Rekatkan dua hati yang terpatri

Cinta Sejati
Cinta sejati takkan pernah sanggup tuk diungkapkan
Meski lewat lagu... atau lewat puisi
Cinta sejati tak mudah untuk dilukiskan
Melalui sebentuk langit biru... atau segarnya udara pagi
Cinta sejati takkan pernah beranjak pergi
Meski masanya sirna... dan ceritanya tak lagi putih
Cinta sejati tak mudah untuk digoyah
Walau godaan menderu... dan kenikmatan dunia mengimaji
Hingga esok tak lagi ada
Sejak terasa waktu pertama
Hingga dunia menjadi abadi
Tak berubah semua di hati

Puisi Cinta untuk Kenangan Bersama
Pada sekuntum mawar yang mekar
dan air sungai yang mengalir
disitu ku lihat terukir wajah mu
dan tertulis....kisah cinta kita berdua.

Sebuah nostalgia yang lalu
tidak mudah untuk ku lupakan
dan masih ku simpan erat-erat
didalam sebuah potretwajah kita bersama

Puisi Cinta
Wahai manis ku…Dengarkanlah bisikan hati ku ini!
Pada dua persimpangan laluan jalan hidup ku ini
Aku Cuma ada dua pilihan
Hidup untuk terus menyintai mu
Atau mati !
Kemarin kulihat ia menangis
dalam hening
dalam diam
tanpa airmata
Namun kutahu ia menangis
Sekarang kulihat ia telah tertawa
walau masih ada luka di matanya
walau masih terasa lelah di hatinya
namun ia telah tertawa
Kutahu ia telah pasrah
Kutahu ia telah menyerah
tak berdaya pada kuasa hatinya
tak kuasa pada kehendak cintanya
Dan kini ia hanya diam
menanti dalam rindu yang amat sangat
dalam sepi yang menyengat
Menanti sesuatu yang tak pasti
tapi ia tak peduli
ia hanya tahu cinta yang ia miliki pasti

Syair Cinta untuk Kekasih
Sayangku...
Kenalilah musim hujan yang basah
Dan kemarau yang meranggaskan daun-daun kering
Disepanjang hari dalam dua belas purnama
Karena cintaku bersemi di dua musim

Kenalilah gelisah angin diantara buluh-buluh bambu
Yang meliuk ke kanan dan meliuk ke kiri
Yang menggerisik diantara sunyi
Karena ada bisikan tentang gelisahku

Ketika senja turun di bukit-bukit tak berpenghuni
Ada rona yang di lukiskan pada latar langitnya
Merah membara dan kadang-kadang lembayung
Kenalilah warnanya yang disapukan pada rinduku

Sayangku...
Malam-malamku adalah catatan tentang cinta
Dinginnya menghangatkan dan memberi aroma rasa
Aku jejaki purnama yang tenggelam di antara awan
Dan aku ingin terbenam bersama cinta yang kubawa

4 comments:

  1. suatu karya terbit dari pikiran yang gelisah dan mencari, jika semua telah kamu ketahui dan tak peduli,,masihkah mau menulis?

    ReplyDelete
  2. justru sebuah karya datang pada saat otak sibuk memikirkan sesuatu yang absturd, ambigu dan maya. walau sang bidadari tidak menyadarinya sesuai lagu iwan fals "masih bisa cinta" dan menulis adalah suatu ciri pribadi intelektual :D
    diri ini akan selalu menulis tentang keindahan sang bidadari walau hanya dalam mimpi (bukti satu lagi yang terlalu hiperbola-red: lebay)

    ReplyDelete
  3. saia setujuuu:lebaaayyyy ,hahahaaa

    ReplyDelete
  4. puisi di atas juga bernada lebay :D

    ReplyDelete

Terimakasih Untuk Komentar Anda Di Artikel Ini.