Sadar Akan Sebuah Nilai Moral

"...aku hampir gila memikirkan bagaimana seharusnya aku bersikap, apa yang harus aku katakan agar dirimu terkesan, dan aku sangat ketakutan kalau-kalau aku mengatakan sesuatu yang akan membuatmu marah." Charlie Delta Romeo

Kekhawatiran Khalifah Ali bin Abi Thalib Terdapat Dalam Diriku: Aku khawatir terhadap suatu masa yang roda kehidupannya dapat menggilas keimanan.


Keimanan hanya tinggal pemikiran, yang tidak berbekas dalam perbuatan.
Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman.
Ada lidah fasih, tapi berhati lalai.
Ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian.
Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis.
Ada ahli maksiat, tapi rendah hati bagai sufi.
Ada banyak yang tertawa hingga hatinya berkarat. 
Ada banyak yang menangis karena kufur nikmat.
Ada yg murah senyum tapi hatinya mengumpat.
Ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut.
Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan.
Ada orang punya ilmu tapi tak paham.
Ada yang paham tapi tak menjalankan.
Ada yang pintar tapi membodohi.
Ada yang bodoh tapi tak tau diri.
Ada orang beragama tapi tak berakhlaq.
Ada yang berakhlaq tapi tak bertuhan.

Lalu diantara semua itu, dimana aku berada???

Terprediksikan sudah, itu aku. Ya Allah...
"Bagaimana kalau Agama Islam Dibubarkan saja?" Kalau pertanyaan aku ini aku sodorkan ke organisasi pembela Islam, stempel kekafiran yang aku dapatkan. Kalau pertanyaan aku ini aku sodorkan ke ikhwan-ikhwan yang sedang berdiskusi di dalam masjid pastilah aku diingatkan, "Istighfar akhi, istighfar....", Kalau pertanyaan aku ini aku ajukan ke dewan zionis, "Good idea, we'll meet whatever you need. Islam have to be eliminated". Namun semua tindakan itu tak pernah aku lakukan, aku hanya berani menyajikan pertanyaan itu disini, kepada mereka yang sedang membacanya.


Aku telah bosan tentang Islam, Islam yang selalu diberitakan dengan kekejaman, keonaran, kerusuhan, tak menghormati hak orang, kebodohan, kediktatoran, kemiskinan, hingga sandal jepit hilang sepasang.

Berislam adalah berselamat dan membawa keselamatan. Setidak-tidaknya AMAN, serata-ratanya RAMAH, setinggi-tingginya BERMANFAAT. Begitulah kabar burung yang ditwit-kan seorang penulis muda Salim A. Fillah hari ini mengenai pandangan Islam. Indah bukan main kalau dibaca. Tapi nyatanya?

Jangan-jangan pembubaran misa jemaat GKI Yasmin Bogor minggu pagi diplintir lagi, "Ini pasti ulah Islam". Kerusuhan Temanggung, "ini kekejian Islam". Kemudian terbang ke Palestina, "ini negerinya militan Islam, sarangnya teroris". Tunisia, Mesir, Libya negerinya Ben Ali, Mubarak, dan Khadafi yang kurang ajar betul, lagi-lagi "ini pemimpin hasil didikan negeri Islam". Ketika menara kembar negara adidaya Amerika runtuh, terusiklah orang-orang berjanggut, berdahi hitam, berpaspor Ahmad, beragama Islam. Semua salah agama: Islam.

Jika zionis Israel melarang kumandangnya adzan, menjaga betul masjid Ibrahim hingga muslim Hebron tak kuasa shalat berjamaah disana, bukan salah agama mereka (Yahudi). Jika Amerika berikut sekutunya mengirim tentaranya ke Irak, Palestina, bahkan ribuan misil telah merajam umat Islam, yang salah bukan agama mereka (Kristen). Jika negara lainnya diluar Irak secara terang-terangan mengembangkan teknologi nuklir, semua diam.

Jika salah seorang umat membawa atribut keagamaan sekaligus membawa parang, botol berbahan bakar, ratusan batu bata dalam genggaman, lalu yang dikecam agamanya. Aku tanya, memang ada ya korelasinya antara seseorang dengan agama yang mereka dapatkan? Kalau begitu bagaimana kalau agama Islam dibubarkan saja? biarkan umat Muhammad tak menyandang agama, tapi kelakuan mereka beragama. Biarkan pula mereka asyik meng-input shalat, zakat, puasa, serta hajinya kedalam software jiwa mereka agar dapat disajikan output yang luar biasa bagi semuanya. Sehingga fenomena Al-Islamu mahjubun bil-muslimin —Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan oleh orang Islam sendiri dapat ditiadakan keberadaannya, pun Islam tidak dibawa-bawa jika pemeluknya melakukan tindakan menyimpang (Korupsi, Kediktatoran, Kebodohan, Kemiskinan, Kejahatan, dsb).

Bahkan jika diperluas lagi, aku ingin menyodorkan sebuah pertanyaan. Bagaimana kalau Agama dibubarkan saja? ....^^v.... maka habis sudah perkara. Tidak akan ada lagi berita tentang penistaan agama, konflik agama, dan bla-bla-bla agama. Akan tetapi yang ada hanyalah penistaan kepentingan pribadi masing-masing, konflik pribadi masing-masing, kediktatoran pribadi masing-masing, kebodohan pribadi masing-masing, kemiskinan pribadi masing-masing, dan kejahatan  pribadi masing-masing.

4 comments:

  1. waaaaw,hebat hebat...bisa mikir kaya begini, kondisi kamu sedang dalam keadaan seperti apa ya?

    ReplyDelete
  2. teh noviiii; suka hiperbola nihh,biasa sajalah tehh, mari belajar menulis dari sekarang...mugi dpt menjadi penulis handal :D

    ReplyDelete
  3. amiiiiiinnn,duit duit duiit,hahaayyyyy :D

    ReplyDelete
  4. @tehnovi: ayee dulu ahh, kerja sambilan sambil menulis dan novel remaja keren tuh :D

    ReplyDelete

Terimakasih Untuk Komentar Anda Di Artikel Ini.