Menolong Seekor Kucing

Setiap mendung menggantung, hadir rasa gelisah terbacalah semua cuaca yang selalu saja berubah sebagai jiwa pengembara yang teguh, betapa pada perjalanan sejauh apa pun akan tetap kita tempuh.
Senja akan tiba, tersuguh panorama purba mengukur umur, kita semakin tua saja, hingga tak bisa berlama-lama pada permainan pelangi karena itu sebelum hujan akan jadi turun kita bergegas segera mempersiapkan payung.

Hujan senja semakin menambah rasa gelisah malam menjelang datang menutup segala kemungkinan maka, benahi bekal kita menghadapi kehidupan abadi.

Terinspirasi dari kisah nyata seseorang...
Ba'da zhuhur hari ini melangkahkan kaki gadis itu yang hendak pergi bersilaturahmi ke tempat saudaranya,,,
but di perjalanan tiba ia mendengar suara anak kucing yang begitu mengganggu pendengarannya,
sepertinya anak kucing itu membutuhkan pertolongan...
hati kecil gadis itu pun berkata,,
ayo lekas berbuat amal...
karna kesempatan takkan datang dua kali...
Gadis itu pun mencoba mencari anak kucing itu dengan cara mendekati sumber suara.
Al hasil ia mendapati anak kucing yang begitu kecil dan mungil terjebak diatas ketinggian yang bagi begitu tinggi untuk ukuran anak kucing itu...
Gadis itupun menolongnya dan tersenyum karna ia merasa lega,tlah menolong kucing itu.
Ia pun ingat kepada planning awalnya dan bergegas pergi.
Tapi apa yang terjadi,
anak kucing itu pun berlari mengikutinya.
Seolah-olah ingin mengucapkan terima kasih.
Gadis itu pun mempercepat langkahnya...
Mengingat uang sakunya pas-passan,
Gadis itupun mencoba jalan saja untuk mengunjungi rumah saudaranya yang lumayan jauh untuk ditempuh dengan jalan kaki.
Tapi gadis itu mencoba ikhlas.
Tiba-tiba bapak ojek langganan gadis itu menghampiri gadis itu.
Dan bertanya:"Neng mau kemana?",
Gadis itupun menjawab:"Kerumah sodara Pak",,
Bapak Ojek : Hayu atuh Bapak anter,
Gadis itu : Ga' usah Pak, deket ko...
Bapak Ojek : Ga' papa ko...neng.
Gadis itu : Ma'ap pak, sebenernya saya ga ada uang buat bayar ojek,Gadis itupun jujur walaupun dihatinya ia merasa sangat malu...
Bapak Ojek : Ga'papa atuh neng.Ayo naik.
Al hasil, Gadis itu mendapatkan tumpangan ojek gratis.
Subhanallah sekali,
Aku jadi teringat akan hewan kesayangan Rasulullah SAW...
Siapa lagi kalo bukan kucing.
Maybe ini salah satu berkah dari menolong seekor kucing^_^


Benci tak hilangkan kenangan yang tercipta
Benci tak luluhkan hati yang mencinta
Benci hanya timbulkan rasa gundah di hati
Benci hanya hasilkan kebencian itu sendiri

Kemana akan ku bawa hati ini

Hati yang penuh dengan kegundahan karena benci
Mengapa hati manusia bisa terluka
Mengapa manusia tak hanya di beri bahagia

Seperti seorang Gibran pernah berkata tentang cinta

Biarkanlah dia memelukmu
Walaupun Pedang-pedang di balik sayapnya melukaimu

Cinta tak hanya memberi kebahagian

Tapi juga memberi kesedihan
Tapi kadang kesedihan yang di berikan cinta
Adalah satu kebahagiaan seorang pecinta

"Boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia teramat buruk

bagimu. Dan bisa jadi kamu membenci sesuatu, tetapi sebenarnya ia baik
bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak tahu banyak".

2 comments:

  1. Anonymous8/08/2011

    puisinya keren mas :)

    ReplyDelete
  2. Bakal beruntung ente nantinya kalau menolong kucing

    ReplyDelete

Terimakasih Untuk Komentar Anda Di Artikel Ini.